BAB II

BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD

TAHUN LALU

2.1  Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun 2015 dan Capaian Renstra SKPD

 

Dengan menggunakan format Penetapan Kinerja, Pengukuran Kinerja Kegiatan dan Pengukuran Pencapaian Sasaran dilakukan Pengukuran Kinerja untuk Tahun 2015 hasil Capaian Kinerja Badan Lingkungan Hidup dari Laporan Realisasi Fisik dan Keuangan, hal tersebut dapat dijelaskan berdasarkan tabel di bawah ini :

 

Tabel 2.1

Pelaksanaan Rencana Kerja 2015

No Kegiatan Anggaran dan Realisasi
Anggaran Realisasi Persentase Realisasi (%)
1 2 4 5 6
I Belanja Tidak Langsung
1 Gaji dan Tunjangan 1.852.631.000 1.679.096.499 90,63
Jumlah I 1.852.631.000 1.679.096.499 90,63
II     Belanja Langsung
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
1 Penyediaan Jasa

Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik

114.999.984 100.115.598 87,06
No Kegiatan Anggaran dan Realisasi
Anggaran Realisasi Persentase Realisasi (%)
1 2 4 5 6
2 Penyediaan Jasa

Pemeliharaan Kantor dan Perizinan Kendaraan

Dinas/Opersaional

130.927.000 121.032.525 92,44
3 Penyediaan Jasa

Administrasi Keuangan

366.950.000 338.450.000 92,23
4 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor 87.200.000 87.200.000 100
5 Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja

 

10.000.000 9.980.000 99,80
6 Penyediaan Alat Tulis Kantor 50.000.000 50.000.000 100
7 Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan 30.000.000 29.987.500 99,96
8 Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor 6.000.000 5.998.000 99,97
9 Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor 253.000.000 249.824.000 98,74
10 Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan 10.000.000 9.996.000 99,96

 

 

 

No Kegiatan Anggaran dan Realisasi
Anggaran Realisasi Persentase Realisasi (%)
1 2 4 5 6
11 Penyediaan Makanan dan Minuman 10.000.000 9.412.500 94,13
12 Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi Ke Luar Daerah 300.000.000 299.944.950 99,98
13 Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi Kedalam Daerah 100.000.000 99.730.600 99,73
Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja Keuangan
1 Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan ikhtisar Realisasi kinerja SKPD 0 0 0
Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup

 

1 Koordinasi Penilaian Kota Sehat/Adipura 50.000.000 45.811.000 91,62
2 Pengawasan Pelaksanaan Kebijakan Lingkungan Hidup 182.543.755 175.176.300 95,96
3 Pengelolaan B3 dan Limbah B3 60.012.000 60.012.000 100

 

 

No Kegiatan Anggaran dan Realisasi
Anggaran Realisasi Persentase Realisasi (%)
1 2 4 5 6
4 Penyediaan Sarana dan Prasarana Tekhnis 1.827.969.000 1.781.067.000 97,43
5 Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan (Adiwiyata) 50.000.000 47.712.000 95,42
6 Percepatan Sanitasi Permukiman 57.450.000 55.849.000 97,21
7 Pengembangan Teknologi Alternatif 152.110.000 152.034.000 99,95
8 Peningkatan Kapasitas Laboratorium Lingkungan 100.000.000 100.000.000 100
9 Koordinasi Penilaian / Pemilihan Kalpataru 91.740.000 71.381.750 77,81
10 Pembedayaan Masyarakat di Bidang Lingkungan Hidup 50.000.000 40.785.600 81,57
11 Standar Pelayanan Minimum Emisi Sumber Tidak Bergerak dan Air Limbah Industri 55.000.000 54.981.600 99,97

 

 

 

 

 

No Kegiatan Anggaran dan Realisasi
Anggaran Realisasi Persentase Realisasi (%)
1 2 4 5 6
12 Inventarisasi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Sektor Persampahan 80.719.000 80.719.000 100
Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam
1 Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dan Ekosistem 87.000.000 86.985.250 99,98
2 Penetapan Status Kerusakan Lahan Untuk Produksi Biomassa 59.900.000 59.719.750 99,70
Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
1 Pengembangan Data dan Informasi Lingkungan 91.303.000 91.299.550 100
2 Koordinasi Kesekretariatan Amdal 144.017.000 143.720.100 99,79
3 Sosialisasi Program Corporate Responsibility 30.000.000 30.000.000 100
4 Pelayanan Pengaduan Masyarakat dan Penyebaran Informasi Lingkungan 75.000.000 74.964.000 99,95
5 Re-Evaluasi Kepemilikan Dokumen Lingkungan, Izin Lingkungan dan Izin Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup 109.596.000 109.532.500 99,94
Jumlah II 4.823.436.739 4.673.422.073 96,89
Jumalah Total I + II 6.676.067.739 6.352.518.572 95,15

 

Sebagai penjabaran lebih lanjut dari Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2014-2018, disusun suatu Rencana Kerja (Perfomance Plan) setiap Tahunnya. Rencana kerja yang harus dicapai dalam satu tahun pelaksanaan yang menunjukkan nilai kuantitatif yang melekat pada setiap indikator kinerja, baik pada tingkat sasaran strategis maupun tingkat kegiatan, dan merupakan pembanding bagi proses pengukuran keberhasilan organisasi yang dilakukan akhir periode pelaksanaan.

Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2014-2018, telah dilakukan mapping dari misi terhadap sasaran, indikator kinerja dan program yang secara rinci disajikan dalam  Rencana Strategis  (Renstra).

Sasaran strategis tahun 2017 ditetapkan sebanyak  (tiga) sasaran dengan target indikator sebanyak 8 (delapan) indikator, secara rinci dapat dilhat dalam Rencana Kinerja Tahunan (RKT).

Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin telah membuat penetapan kinerja tahun 2015 sesuai dengan kedudukan, tugas dan fungsi yang ada. Penetapan Kinerja Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin Tahun 2015 disusun dengan berdasarkan pada Rencana Kinerja Tahun 2015 yang telah ditetapkan sehingga secara Substansial Penetapan Kinerja Tahun 2015 tidak ada perbedaan dengan Rencana Kinerja Tahun 2015. Ringkasan Penetapan Kinerja Tahun 2015 selengkapnya terdapat pada dokumen Penetapan Kinerja Tahun 2015

Pengukuran tingkat capaian kinerja Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin Tahun 2015 dilakukan dengan cara membandingkan antara target dengan realisasi masing-masing indikator kinerja sasaran. Secara umum terdapat beberapa keberhasilan pencapaian tujuan, sasaran strategis berikut indikator kinerjanya, namun demikian juga terdapat beberapa  sasaran strategis yang tidak berhasil diwujudkan pada Tahun 2015 tersebut.

Sebagai upaya pengembangan sistem akuntabilitas sekaligus sebagai amanah pelaksanaan dari Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/09/M.PAN/05/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/20/20/M.PAN/11/2008 tanggal 26 Nopember 2008 tentang Petunjuk Penyusunan Indikator Kinerja Utama dan Indikator Kinerja Utama (IKU) Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin Tahun 2014-2018. Tujuan Indikator Kinerja Utama (IKU) adalah merupakan ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan Sasaran strategis Instansi Pemerintah. Indikator Kinerja Utama Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin tidak mencantumkan target yang akan di capai pada tahun 2015 karena target capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) ditetapkan dalam dokumen Rencana Kinerja Tahunan Tahun 2015, Penetapan Kinerja Tahun 2015. Adapun Pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) di lingkungan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin telah sesuai dengan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi yang diuraikan dalam analisa capaian kinerja.

Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin tingginya kinerja atau semakin rendah realisasi menunjukkan semakin rendahnya kinerja. Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan rencana dan realisasi, adapun indikator Cakupan pengawasan terhadap Amdal, Jumlah Usaha dan/atau kegiatan yang mentaati persyaratan administrasi dan teknis pencegahan pencemaran air, Jumlah Usaha dan/atau kegiatan  sumber tidak bergerak yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan teknis pengendalian pencemaran udara, prosentase Pelayanan Pengujian Laboratorium, Prosentase luasan lahan yang telah ditetapkan status kerusakan lahan dan/atau tanah untuk produksi biomassa yang diinformasikan, Jumlah pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup yang ditindaklanjuti, Prosentase Penegakan Hukum Lingkungan, Jumlah Kepemilikan Dokumen Lingkungan, Izin Lingkungan dan Izin Perlindungan Pengeloaan Lingkungan Hidup bagi usaha dan/kegiatan menggunakan rumus perhitungan sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin telah dapat melaksanakan tugas utama yang menjadi tanggung jawab organisasi. Dari sasaran yang ditetapkan telah dilaksanakan seluruhnya, dan tingkat keberhasilanya dapat diwujudkan  secara optimal. Rincian analisis capaian tahun 2015 dapat diuraikan sebagai berikut :

 

 

Tabel 2.2

Realisasi Anggaran

 

No. Uraian Anggaran dan Realisasi Anggarann
Anggaran Realisasi Persentase
1. Angggaran Tahun 2015 6.676.067.739 6.352.518.572 95,15 %

 

 

Secara umum capaian realisasi anggaran ini telah tercapai dengan baik, secara keseluruhan anggaran terealisasi sesuai target.walaupun mengalami kenaikan dan penurunan realisasi daya serap keuangan, Strategi yang ditetapkan untuk mencapai sasaran yaitu kebijakan, program dan kegiatan sudah efektif. Dan dijelaskan dengan rincian pencapaian sebagai berikut :

  1. Capaian daya serap keuangan untuk anggaran tahun 2015 dengan realisasi 95,15%, Hal tersebut dikarenakan faktor sumber daya manusia Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin yang telah bekerja efektif seusai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Faktor lain adalah sarana prasarana pendukung yang saat ini cukup memadai untuk melaksanakan program dan kegiatan di sepanjang tahun 2015
  2. Penyebab dari naiknya capaian realisasi anggaran adalah sebagai berikut :
  • Adanya Pengesahan anggaran yang tepat waktu
  • Proses pencairan keuangan dari Bagian Keuangan/DPPKAD sesuai jadwal sehingga mempengaruhi dalam pelaksanaan kegiatan
  • Dari Bidang yang melaksanakan kegiatan selalu melakukan kontrol dan evaluasi dalam pelaksanaan kegiatan.
  • Selalu melakukan koordinasi antara bidang sebagai pelaksana kegiatan dengan instansi terkait
  • Naiknya Persentase realisasi pencapaian daya seerap keuangan dikarenakan dalam melaksanakan program dan kegiatan sudah dilakukan perencanan terlebih dahulu.

Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin menyadari bahwa masih ada kelemahan/kekurangan yang harus diperbaiki dan dilakukan untuk mencapai kinerja yang lebih baik. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi terhadap apa yang telah dilaksanakan guna mengetahui penyebab kekurangan/kegagalan tersebut sebagai umpan balik/feed back dari apa yang telah dilaksanakan. Beberapa evaluasi realisasi kegiatan dapat dikategorikan sebagai berikut :

  1. Realisasi program/kegiatan tahun anggaran 2015 yang telah memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan Badan Lingkungan Hidup.
  2. Realisasi program/kegiatan dan target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin telah melebihi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan.

Faktor-faktor penyebab terpenuhinya target kinerja program/kegiatan adalah adanya perencanaan yang matang dalam penyusunan rencana kinerja, sehingga dapat dicapai sesuai harapan, dalam hal ini koordinasi dan pemahaman tugas sangat perlu guna penyeimbangan dalam pelaksanaan program/kegiatan yang terarah serta relavansi antara program dan pagu anggaran yang tersedia.

Implikasi yang timbul terhadap target capaian program Renstra SKPD Dari Program dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin yaitu pelaksanaan program dan kegiatan terhadap target capaian program Renstra, sehingga peningkatan dedikasi sumber daya manusia dalam melaksanakan program/kegiatan yang tercantum dalam rencana strategis Badan Lingkungan Hidup kabupaten Banyuasin.

Kebijakan/tindakan perencanaan dan penganggaran yang perlu diambil untuk mengatasi faktor-faktor penyebab tersebut. Adapun kebijakan/tindakan yang dilakukan dalam perencanaan penganggaran untuk rencana program/kegiatan adalah mengadakan pendekatan dan penyesuaian anggaran terhadap pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud dan memberikan argumentasi atas program/kegiatan yang mengarah pada perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup. Dengan adanya Sistem Informasi Lingkungan yang baik dapat meningkat kualitas lingkungan hidup.

 

2.2  ANALISIS KINERJA PELAYANAN BADAN LINGKUNAN HIDUP

 

Dalam Renstra Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin Tahun 2014-2018, Penyelenggaraan urusan wajib berpedoman pada Standar Pelayanan Minimal. Dalam Renstra sesuai dengan keputusan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin selama 5 (lima) tahun sejak tahun 2014 s.d 2018 yaitu :

  • Untuk mendapatkan informasi dan masukan tentang persoalan dan kondisi lingkungan dan pembangunan yang telah ada pada saat ini serta kedalaman potensial dampaknya sehingga dapat ditentukan dan dirumuskan arahan strategi dan kebijakan yang seharusnya dilakukan dalam mempertahankan keadaan lingkungan sehingga berfungsi optimal, perlu dilakukan suatu “Analisis Lingkungan Strategis”. Analis Lingkungan Strategis (ALS) merupakan analisis yang obyektif, sistematis dan menyeluruh berdasarkan data yang akurat dan terbaru serta berasal dari lingkungan internal serta lingkungan eksternal. ALS dapat dilakukan dengan pendekatan “SWOT” (Strenght, Weeknesss, Oportunity, Treatment) dengan menganalisis lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan) Badan  Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin dan masyarakat Kabupaten Banyuasin dan pengaruh strategis tingkat provinsi, nasional dan internasional. Melalui analisis ini diharapakan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin dapat menempatkan posisi strategisnya dalam pembangunan yang sedang dilakukan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuasin serta mengantisipasi perubahan global maupun lokal yang dapat terjadi dengan cepat.
  • Untuk mewujudkan dinamisasi dan sinkronisasi kegiatan dengan kebutuhan dan kondisi aktual yang ada, maka pengenalan lingkungan stratejik sangat penting untuk dilaksanakan sehingga dalam analisis lingkungan stratejik ini diharapkan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin dapat lebih mengenal mengenai faktor-faktor internal dan eksternal yang lebih diperkirakan dapat mempengaruhi terhadap kinerja. Faktor internal dapat berupa Kekuatan (Strenghts) dan kelemahan (Weekness), yang penting untuk dipahami seberapa besar kelemahan yang harus diatasi. Sedangkan faktor eksternal merupakan faktor  yang timbul dari lingkungan diluar organisasi tetapi diperkirakan memiliki pengaruh yang kuat terhadap kinerja organisasi dapat peluang (opportunities) dan tantangan (threats).

 

Analisis Lingkungan Internal (ALI)

       Setiap unit organisasi termasuk Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin secara bersamaan akan memiliki Kekuatan  dan sekaligus Kelemahan. Kekuatan akan mempercepat pelaksanaan tugas pokok dan fungsi yang senantiasa terus ditingkatkan; sedangkan kelemahan akan menghambat kemajuan yang harus diminimalkan. Dengan dipahaminya kekuatan dan kelemahan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin adalah sebagai berikut :

 

  1. Faktor Kekuatan (Strenghts)
  2. Tersedianya peraturan bidang lingkungan hidup baik pada pemerintah pusat maupun daerah;
  3. Tersedianya dana dalam APBD untuk pelaksanaan pengelolaan lingkungan hidup;
  4. Komitmen yang tinggi dari pimpinan puncak akan pentingnya pengawasan dan perlindungan lingkungan hidup;
  5. Dimilikinya laboratorium untuk menunjang operasioanal organisasi;
  6. Sumber daya aparatur pemerintah yang cukup.

 

  1. Faktor Kelemahan (Weakness)
  2. Koordinasi antar sektor masih lemah;
  3. Kuantitas, kualitas, dan profesionalisme sumber daya manusia/aparatur masih kurang;
  4. Kurangnya sarana prasarana kerja operasional serta peralatan lapangan, peralatan laboratorium;
  5. Keterbatasan dana operasional;
  6. Belum terbentuknya Sistem Informasi Lingkungan;
  7. Penegakan dan penataan hukum lingkungan masih lemah;
  8. Masih rendahnya komitmen masyarakat akan pentingnya pengelolaan lingkungan hidup;
  9. Data dan informasi tentang lingkungan hidup yang akurat dan berdasarkan penelitian ilmiah masih sangat minimal.

 

 

Analisis Lingkungan Eksternal (ALE)

Dalam rangkaian analisis lingkungan strategis maka selain kekuatan dan kelemahan tentu dalam suatu organisasi juga sekaligus memiliki peluang dan ancaman. Beberapa peluang dan ancaman tersebut antara lain adalah :

  1. Faktor Peluang (Opportunities)
  2. Kebijaksanaan pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan yang harus dilaksanakan oleh seluruh sektor;
  3. Persoalan lingkungan hidup merupakan isu global, sehingga merupakan sektor yang strategis dan harus “diperhatikan”;
  4. Terbukanya informasi dan teknologi baik nasional maupun internasional;
  5. Adanya bantuan-bantuan untuk penyelamatan dan peningkatan lingkungan hidup;
  6. Adanya globalisasi dan otonomi daerah;
  7. Potensi sumber daya dan lingkungan dalam Kabupaten Banyuasin cukup tinggi.
  8. Faktor Ancaman (Threats)
  9. Potensi penurunan kualitas lingkungan akibat pembangunan yang tidak mengindahkan aspek pengelolaan lingkungan hidup semakin meningkat;
  10. Hukum lingkungan belum terlaksana dan penegakan hukum lingkungan masih lemah;
  11. Masyarakat yang semakin kritis dan menuntut wujud nyata dalam pengelolaan lingkungan hidup;
  12. Kondisi sumber daya alam dan lingkungan yang semakin memburuk seiring dengan pertumbuhan penduduk dan upaya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

 

Analisis Faktor Internal dan Eksternal

Berdasarkan analisis faktor lingkungan internal dan eksternal, maka perlu disusun strategi untuk memanfaatkan kekuatan dan peluang serta strategi meniadakan munculnya kelemahan dan ancaman. Hasil analisis terhadap faktor-faktor lingkungan intern dan ekstern ditentukan 4 (empat) pilihan strategis yaitu :

 

 

 

  1. Strategi Strenght-Opportunities (S-O)

Menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yakni melalui:

  1. Menggunakan seluruh potensi sumber daya aparatur pemerintah untuk meningkatkan pengawasan lingkungan hidup di Kabupaten Banyuasin;
  2. Menggunakan sarana dan prasarana, sumber dana, laboratorium yang ada, dapat melaksanakan pengelolaan lingkungan hidup dengan baik dan dapat memberikan informasi lingkungan hidup;
  3. Adanya komitmen yang tinggi dari pimpinan puncak untuk pengawasan lingkungan hidup, dapat mengatasi keterbatasan dana dan dapat koordinasikan antar sektor.

 

  1. Strategi Strenghts-Threats (S-T)

Menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman

  1. Meningkatkan peraturan-peraturan daerah sehingga dapat meningkatkan penaatan hukum lingkungan hidup agar dapat lebih ditaati oleh pemrakarsa atau masyarakat yang tidak patuh akan hukum lingkungan sehingga pengelolaan lingkungan hidup dapat berjalan sebagaimana mestinya serta dapat meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengawasan dan pengelolaan lingkungan hidup;
  2. Menggunakan sumber daya aparatur pemerintah yang ada dan dapat menjaga kelestarian serta mensosialisasikan pengawasan sumber daya alam dan lingkungan.

 

  1. Strategi Weakness-Opportunities (W-O)

Meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang

  1. Tingkatkan kompetensi dan etos kerja personil untuk melakukan kegiatan pengawasan dan pengelolaan lingkungan hidup;
  2. Menambah sarana dan prasarana untuk menunjang operasional.

 

  1. Strategi Weakness-Threats (W-T)

Menimimalkan kelemahan untuk menghindari ancaman

  1. Meningkatkan kompetensi aparatur dan etos kerja untuk menekan penggunaan dana yang seefisien mungkin;
  2. Daya guna sarana dan prasarana yang ada untuk mendukung pengawasan dan pengelolaan lingkungan hidup;
  3. Penggunaan dana yang tersedia dalam melakukan pengawasan dan pengendalian secara ketat serta terus menerus;

 

Faktor-Faktor Kunci Keberhasilan

Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin merupakan salah satu unit organisasi, maka selain kekuatan organisasi tentu juga mempunyai banyak kekurangan yang secara bersama mempengaruhi kinerja dan keberhasilan pelaksanaan kegiatannya. Berdasarkan hal tersebut dan dengan memperhitungkan masalah kelembagaan serta potensi sumber daya alam dan peran serta masyarakat dalam pembangunan maka terdapat faktor-faktor kunci yang menentukan keberhasilan organisasi, antara lain meliputi:

 

  1. Kapasitas Kelembagaan

Kelembagaan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin harus selalu dinamis dan selalu ditingkatkan untuk menngimbangi pertumbuhan dan peningkatan permasalahan lingkungan yang harus dihadapi. Seperti pada mulanya sesuai Perda Nomor 15 Tahun 2008 dengan nama Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bapedalda) dan sesuai dengan Perda Nomor 4 Tahun 2009 menjadi Badan Lingkungan Hidup (BLH).

  1. Sarana dan Prasarana

Untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan tugas dan memfungsikan sarana prasarana menjadi penting keberadaannya sehingga operasional kegiatan dapat optimal.

 

  1. Komitmen Pemimpin

Komitmen pemimpin dalam penegakan supremasi hukum dan konsistensi pelaksanaan dan penanganan bidang lingkungan hidup, baik dari aparatur pemerintah, masyarakat maupun pihak swasta sangat menentukan keberhasilan.

  1. Kepercayaan dan Dukungan Masyarakat

Apresiasi dan tindakan nyata dari masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hudup merupakan faktor yang penting karena tanpa peran dan kebersamaan dengan masyarakat permasalahan lingkungan tidak terlaksana dengan maksimal.

  1. Kerjasama dan Partisipasi

Lingkungan hidup adalah mencakup untuk seluruh kehidupan baik manusia maupun makhluk hidup lainnya, oleh karena  peranan dan partisipasi semua pihak yang secara sinergi dan integrasi merupakan kunci keberhasilan pengelolaan lingkungan hidup sehingga dapat lestari dan berkualitas.

  1. Peningkatan Upaya Pencegahan

Kualitas lingkungan akan ditentukan juga oleh upaya pencegahan awal yang dilakukan seperti : penataan ruang yang sesuai dengan peruntukannya, perijinan, studi kajian dampak lingkungan serta teknologi lingkungan.

  1. Peningkatan Pengawasan

Pengawasan terhadap lingkungan oleh aparatur dan masyarakat menjadi penting untuk mengetahui keberhasilan dan kepatuhan semua pihak dalam pengelolaan lingkungan hidup. “Pengawasan” harus dilakukan dengan sesungguhnya oleh inspektur lingkungan yang kredibel dan ber-mental. Koordinasi dan komunikasi yang insentif dengan instansi terkait yang mewakili kewenangan mengeluarkan ijin usaha dan/atau kegiatan dalam rangka mewujudkan pengawasan yang efektif.

  1. Informasi dan Pendataan Lingkungan

Data dan informasi menjadi dasar untuk pengawasan oleh Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin dan pertanggungjawaban kepada masyarakat. Data yang berkualitas ditentukan oleh akurasi data yang dipengaruhi oleh metode/prosedur pengambilan dan analisis data, serta kualitas pemantauan lingkungan yang dilakukan.

Tujuan merupakan penjabaran dan implementasi dari pernyataan Misi yang akan dicapai dan dihasilkan dalam jangka waktu lima tahun, bersifat idealistik, mengandung nilai luhur dan keinginan yang kuat untuk melakukan perubahan menjadi lebih baik yang akan menjadi arah dan pedoman Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin dengan berdasarkan kriteria transparan, akuntabel dan partisipatif.

Dari tujuan yang telah ditetapkan maka akan dijabarkan menjadi sebuah sasaran yang merupakan sesuatu yang akan dicapai melalui kebijakan pembangunan selanjutnya, program, kegiatan dan Sasaran bersifat spesifik, dapat dinilai, dapat diukur, merupakan tantangan, namun dapat dicapai dan harus berorientasi pada hasil.

Keberhasilan mencapai sasaran yang telah ditetapkan merupakan hal yang penting dari suatu unit organisasi, hal ini penting karena :

  •      Akan menjadi pembanding dengan konsep dan  rencana yang telah ditetapkan;
  •      Semua sumber daya dan potensi yang dimiliki akan dimanfaatkan guna pencapaiannya;
  •      Menjadi dasar yang kuat untuk memantau dan mengendalikan kinerja unit organisasi;
  •      Merupakan pendorong dalam manajemen organisasi sehingga produktifitas dan kinerja organisasi optimal, efektif dan efisien.

Gambaran Keterkaitan antara Misi, Tujuan dan Sasaran Misi Pertama, Meningkatkan kapasitas kelembagaan, dan kualitas sumber daya manusia (aparatur), dengan tujuan dan sasaran yang akan dicapai adalah :

  1. Tujuan adalah :
  2. Meningkatkan pelayanan administrasi perkantoran;
  3. Meningkatkan sarana dan prasarana kerja kantor;
  4. Meningkatkan disiplin aparatur;
  5. Meningkatkan kapasitas sumberdaya aparatur;
  6. Meningkatkan sistem pelaporan capaian kinerja keuangan.
  7. Sasaran adalah :
  8. Meningkatkan sarana dan prasarana kantor;
  9. Meningkatkan disiplin aparatur;
  10. Meningkatkan kapasitas sumber daya aparatur;
  11. Meningkatkan sistem pelaporan capaian kinerja keuangan.

Misi Kedua, Meningkatkan sistem perencanaan dan informasi lingkungan berbasis teknologi, dengan tujuan dan sasaran yaitu :

  1. Tujuan adalah meningkatkan kualitas dan akses informasi sumber daya alam dan lingkungan.
  2. Sasaran adalah peningkatan kualitas dan akses informasi sumber daya alam dan lingkungan.

Misi Ketiga, Meningkatkan pengawasan dan pemeliharaan pemanfaatan sumber daya alam, dengan tujuan dan sasaran yang hendak dicapai yaitu :

  1. Tujuan adalah :
  2. Meningkatkan pelaksanaan pengawasan terhadap eksploitasi dan konservasi Sumber Daya Alam (SDA);
  3. Meningkatkan pelaksanaan pemulihan kerusakan sumber daya alam;
  4. Meningkatkan ekowisata dan jasa lingkungan di kawasan-kawasan konservasi;
  5. Meningkatkan rehabilitasi dan pemulihan ekosistem pesisir dan laut.
  6. Sasaran adalah :
  7. Terwujudnya pengawasan terhadap eksploitasi dan konservasi Sumber Daya Alam (SDA);
  8. Terwujudnya pemulihan sumber daya alam;
  9. Meningkatkann ekowisata dan jasa lingkungan dikawasan-kawasan konservasi;
  10. Meningkatkan Pengelolaan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut.

Misi Keempat, Meningkatkan pengendalian sumber-sumber pencemar, dengan tujuan dan sasaran yang hendak dicapai yaitu :

  1. Tujuan adalah :
  2. Meningkatkan kinerja pengelolaan persampahan;
  3. Meningkatkan Pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup;
  4. Meningkatkan pengendalian polusi;
  5. Meningkatkan pengendalian terjadinya kebakaran hutan.
  6. Sasaran adalah :
  7. Meningkatkan kinerja pengelolaan persampahan;
  8. Meningkatkan pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup;
  9. Meningkatkan pengendalian sumber-sumber pencemaran;
  10. Mengurangi terjadinya kebakaran hutan.

 

Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran

Dalam pencapaian tujuan dan sasaran yang ditetapkan dan ingin dicapai oleh Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin maka diperlukan strategi pembangunan. Dari strategi tersebut akan dijabarkan dalam kebijakan, program dan kegiatan selama satu tahun. Strategi merupakan metode atau teknik yang optimal untuk mencapai suatu target dan tujuan dengan sebaik-baiknya. Kebijakan merupakan tindakan yang dipilih untuk menyikapi suatu permasalahan dan mempertajam makna dari strategi dan menjadi pedoman suatu keputusan dalam arah yang mendukung strategi. Program adalah tindakan dan langkah yang diambil untuk menjabarkan strategi. Kegiatan adalah tindakan nyata yang akan dilakukan untuk mewujudkan program. Kegiatan ini dilakukan dengan bertahap selama jangka waktu satu tahun.

Berdasarkan analisis lingkungan startegis melalui analisa SWOT dihasilkan suatu strategi pembangunan yang dilaksanakan melalui kebijakan dan program-program antara lain sebagai berikut:

  1. Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan kualitas sumber daya manusia (aparatur);

Melalui kebijakan        :     meningkatkan kebutuhan sarana dan prasarana aparatur;

Program-program        :

  1. Program pelayanan administrasi perkantoran;
  2. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur;
  3. Program peningkatan disiplin aparatur;
  4. Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur;
  5. Program peningkatan pengembangan system pelaporan capaian kinerja dan keuangan.
  6. Mengembangkan system informasi lingkungan berbasis teknologi;

Melalui kebijakan        :     meningkatkan upaya pelaksanaan program dan penyusunan laporan yang efektif serta pengelolaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan;

Program-program        :     program peningkatan kualitas dan akses informasi sumber daya alam dan lingkungan hidup.

  1. Meningkatkan pengelolaan, pengawasan, pemeliharaan dan pemanfaatan sumber daya alam dan berwawasan lingkungan;

Melalui kebijakan        :     meningkatkan upaya perbaikan lingkungan yang lestari bagi kehidupan dimasa yang akan datang

Program-program        :

  1. Program perlindungan dan konservasi sumber daya alam;
  2. Program rehabilitasi dan pemulihan cadangan sumber daya alam;

 

 

  1. Meningkatkan pengendalian sumber-sumber pencemar;

Melalui kebijakan        :     meningkatkan upaya pengelolaan dan pengendalian pencemaran secara efektif dan afisien;

Program-program        :

  1. Program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup;
  2. Program peningkatan pengendalian polusi;
  3. Program pengendalian kebakaran hutan.

 

2.3. ISU-ISU PENTING PENYELENGGARAAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN LINGKUNGAN HIDUP

Permasalahan lingkungan hidup di Kabupaten Banyuasin tidak bisa dipisahkan dari aspek kependudukan, kegiatan perekonomian dan arah kebijakan tata ruang, karena ketiganya mempunyai pengaruh besar terhadap permasalahan lingkungan hidup. Pesatnya pembangunan disegala sektor disertai pertumbuhan penduduk yang relatif cepat dengan penyebaran yang tidak merata telah membawa konsekuensi terhadap penurunan kualitas dan kuantitas lingkungan hidup. Berbagai efek nyata yang dapat kita rasakan saat ini, berupa pencemaran air, kerusakan lahan dan hutan dan kerusakan vegetasi merupakan beberapa bentuk efek negatif pembangunan.

Isus-isu lingkungan hidup Kabupaten Banyuasin beberapa tahun terakhir ini adalah

  1. Terjadi abrasi/kerusakan pantai yang disebabkan meningkatnya air permukaan
  2. Penambangan bahan galian golongan C, kerusakan hutan, pencemaran air
  3. lemahnya penegakkan hukum lingkungan
  4. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan dan pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
  5. Sebagian besar pelaku usaha belum memiliki pengelolaan limbah padat dan Limbah bahan berbahaya dan beracun.
  6. Terjadinya perubahan iklim yang mengakibatkan terjadinya banjir, kekeringan dan gagal panen.

Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan pemahaman yang baik tentang kondisi lingkungan, terutama tentang isu-isu utama yang sedang berkembang pada saat ini. Pemahaman tentang isu-isu tersebut mengantar kita pada solusi-solusi yang harus ditempuh dalam mengatasi permasalahan lingkungan yang akan dihadapi di masa yang akan datang.

Terkait dengan penyelenggarakan tugas dan fungsi SKPD, maka Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin telah melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan arah dan tujuan dari penyelenggaraaan bidang lingkungan hidup. Hal ini dapat dilihat dari hasil yang telah dilaksanakan dalam penyelenggaraan tugasnya diantaranya :

  • Tersedianya data atau informasi lingkungan hidup pada Buku Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD), Laporan Kualitas Mutu Air dan Udara
  • Terlaksananya rekomendasi UKL-UPL sesuai dengan jadwal
  • Terlaksananya pemantauan dan pengawasan lingkungan hidup
  • Terciptanya kerjasama dan koordinasi dengan instansi terkait
  • Meningkatnya pelayanan pengaduan masyarakat
  • Terkendalinya pencemaran sumber-sumber air

 

  1. Struktur Organisasi

Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin mempunyai kedudukan sebagai unsur pelaksana otonomi daerah di bidang Lingkungan Hidup sesuai urusan pemeerintahan Kabupaten serta peraturan perundang-undanga yang berlaku. Dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Berdasarkan PERDA Nomor tahun 2009 tentang perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Banyuasin Nomor 15 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Banyuasin, terdiri dari:

  1. Kepala Badan:
  2. Sekretaris, terdiri dari :
  3. Sub bagian umum, perlengkapan dan kepegawaian
  4. Sub bagian Program dan Pelaporan
  5. Sub bagian keuangan
  6. Bidang Tata Lingkungan, terdiri dari:
  7. Sub bidang Perencanaan, pengawasan dan Evaluasi Lingkungan.
  8. Sub bidang Amdal
  9. Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Limbah, terdiri dari :
  10. Sub bidang pengendalian pencemaran lingkungan.
  11. Sub bidang pengelolaan limbah domestik dan B3
  12. Bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan, terdiri dari :
  13. Sub bidang Konservasi Sumber Daya Alam
  14. Sub bidang pengendalian kerusakan lingkungan
  15. Bidang Komunikasi, Penegakan Hukum Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat terdiri dari :
  16. Sub bidang komunikasi dan penegakan hukum lingkungan
  17. Sub bidang pemberdayaan masyarakat

 

  1. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan terdiri dari :
  2. Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas
  3. Sub Bagian Tata Usaha
  4. Kelompok Jabatan fungsional

 

  1. Susunan kepegawaian

Guna menjalankan tugas dan fungsi Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin perlu adanya SDM/Aparatur yang memadai. Pada tahun 2014 Petugas/Pegawai Negeri Sipil (PNS) berjumlah 25 Orang sebagaimana terdapat pada tabel 2.3 dibawah ini.

 

 

 

 

 

Tabel 2.3

Jumlah Pegawai Struktural dan Fungsional

 

No. Nama Jabatan Struktural/Eselon Penyuluh Staf Jumlah
II III IV
1 Kepala Badan 1          
2 Sekretaris   1        
3 Kepala Bidang   4        
4 Kasubbag/Kasubbid     10      
5 Kepala UPTD Lab     1      
6 Kasubbag TU UPTD Lab     1      
7 Jabatan Fungsional            
8 Staff         7  
Jumlah           24
  1. Tugas Pokok dan Fungsi
  2. Tugas Pokok Badan Lingkungan Hidup merupakan pelaksana Otomi Daerah di bidang lingkungan hidup sesuai dengan urusan Pemerintah Kabupaten serta Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Badan Lingkungan Hidup dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.
  3. Badan Lingkungan hidup mempunyai tugas membantu Bupati dalam penyelenggaraan kewenangan Pemerintah Kabupaten di Bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sesuai lingkup tugasnya.
  4. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 Peraturan Bupati ini, Badan Lingkungan Hidup menyelenggarakan fungsi :
  5. Pelaksanaan pelayanan teknis adminitratif meliputi administrasi umum, perlengkapan, kepegawaian, keuangan, program dan administrasi ketatausahaan lainnya.
  6. Perumusan kebijakan teknis di bidang lingkungan hidup yang meliputi pengkajian lingkungan hidup, pencegahan dan pengendalian, penataan hukum lingkungan hidup serta pembinaan pengendalian lingkungan hidup.
  7. pengkoordinasian pelaksanaan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup
  8. Pelaksanaan pengawasan pencegahan, penanggulangan pencemaran kerusakan lingkungan dan pemulihan kondisi lingkungan hidup
  9. pelaksanaan proses izin lingkungan lingkungan sebagai syarat terbitnya izin usaha atau kegiatan.
  10. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
  11. Sekretariat
  12. Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan urusan umum, perlengkapan, kepegawaian, keuangan , perencanaan dan pelaporan dan urusan lain yang tidak termasuk dalam tugas dan fungsi bidang-bidang Dinas.
  13. Sekretariat melaksanakan fungsi :
  14. Memimpin kegiatan kesekretariatan, melaksanakan kelancaran pelaksanaan tugas umum, perlengkapan, kepegawaian, keuangan, program dan pelaporan;
  15. Menyusun pedoman teknis ketatalaksanaan, dokumentasi dan kepustakaan;
  16. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Badan tentang langkah dan tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugas;
  17. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Sekretariat terdiri dari :

  1. Sub Bagian Umum, Perlengkapan dan Kepegawaian mempunyai tugas mengurusi surat menyurat, kearsipan, kepustakaan, rumah tangga, perlengkapan, kehumasan, penyusunan rencana kebutuhan, pengembangan, mutasi pegawai, ketatausahaan, pengembangan, mutasi pegawai, ketatausahaan dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh sekretariat sesuai dengan tugas dan fungsinya;
  2. Sub bagian Perencanaan dan pelaporan, mempunyai tugas melaksanakan identifikasi, kajian, penyusunan dan urusan program menyiapkan bahan penyusunan dan perhitungan anggaran belanja, penyusunan laporan pengelolaan keuangan dan mengevaluai program kerja meliputi laporan bulanan, triwulan dan tahunan;
  3. Sub bagian keuangan mempunyai tugas menyiapkan bahan dalam rangka penyusunan kebijakan, pedoman dan petunjuk teknis mengenai hasil pemeriksaan dan verifikasi terhadap pertanggungjawaban keuangan.
  4. Bidang Tata Lingkungan

–  Bidang Tata Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan dan merumuskan kebijakan pengembangan pedoman di bidang perencanaan pengawasan, evaluasi lingkungan dan pengkajian dampak lingkungan hidup

Bidang Tata Lingkungan terdiri dari :

  1. Sub bidang perencanaan, pengawasan dan evaluasi lingkungan mempunyai tugas Melaksanakan koordinasi dan pengkajian teknologi bidang lingkungan hidup serta kajian lingkungan hidup strategis (KLHS), melaksanakan koordinasi penyusunan, pemantauan dan pengawasan status lingkungan hidup daerah (SLHD);
  2. Sub bidang analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) mempunyai tugas melaksanakan pengkajian pengembangan metodologi, sistem dan tatalaksana AMDAL, UKL-UPL, SPKPPLH dan auidit lingkungan;
  3. Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Limbah

–    Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Limbah Mempunyai tugas melaksanakan dalam pengendalian pencemaran lingkungan, pengelolaan limbah, pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan Limbah B3;

Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Limbah terdiri dari :

  1. Sub bidang pengendalian pencemaran lingkungan mempunyai tugas melaksanakan pengendalian dan pemantauan air (air sungai dan air tanah), tanah dan udara, melakukan pengawasan dan pemantauaan lingkungan akibat kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan hidup dan melaksanakan pengembangan proses izin lingkungan;
  2. Sub bidang pengelolaan limbah domestik dan B3 mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan bimbingan teknis di bidang pengelolaan limbah, B3 dan limbah B3, menyelenggarakan monitoring dan evaluasi kegiatan pengelolaan limbah domestik, B3 dan limbah B3 dan melaksanakan koordinasi dan peningkatan pengelolaan limnah agar memenuhi ketentuan baku mutu limbah bagi unit usaha atau kegiatan;

 

 

  1. Bidang konservasi sumber daya alam dan pengendalian kerusakan lingkungan

–   Bidang konservasi sumber daya alam dan pengendalian kerusakan lingkungan mempunyai tugas melaksanakan dan merumuskan kebijakan pengembangan pedoman di bidang konservasi sumber daya alam dan pengendalian kerusakan lingkungan;

Bidang konservasi sumber daya alam dan pengendalian kerusakan lingkungan terdiri dari:

  1. Sub bidang konservasi sumber daya alam mempunyai tugas melaksanakan teknis operasional upaya konservasi sumber daya alam, Melaksanakan teknis operasional upaya konservasi sumber daya alam, memfasilitasi terlaksana dan terwujudnya upaya konservasi sumber daya alam;
  2. Sub bidang pengendalian kerusakan lingkunan mempunyai tugas melaksanakan teknis operasional upaya pengendalian kerusakan lingkungan, memfasilitasi terlaksana dan terwujudnya upaya pemulihan kerusakan lingkungan;
  3. Bidang komunikasi, penegakan hukum lingkungan dan pemberdayaan masyarakat

–   Bidang komunikasi, penegakan hukum lingkungan dan pemberdayaan masyarakat mempunyai tugas melaksanakan dan merumuskan kebijakan pengembangan pedoman di bidang komunikasi, penegakan hukum lingkungan dan pemberdayaan masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan lingkungan hidup yang befrlaku;

Bidang komunikasi, penegakan hukum lingkungan dan pemberdayaan masyarakat terdiri dari:

  1. Sub bidang komunikasi dan penegakan hukum lingkungan, mempunyai tugas mengkoordinasikan penanganan kasus pencemaran dan atau perusakan lingkungan hidup yang berkaitan dengan penegakan hukum perdata dan menyelesaikan sengketa lingkungan hidup melalui pengadilan dan di luar pengadilan, melakukan analisis pengaduan masyarakat dan pemantauan tindak lanjut rekomendasi pengaduan
  2. Sub bidang pemberdayaan masyarakat mempunyai tugas melakukan pemantauan analisis danevaluasi kebijakan pengembangan edukasi dan komunikasi lingkungan, mengkordinasikan pelaksanaan penilaian ADIWIYATA, ADIPURA dan KALPATARU serta pengendalian pelaksanaan pengelolaan persampahan dan menyusun materi pembinaan dan penyuluhan lingkungan hidup terhadap masyarakat;

 

2.4. REVIEW TERHADAP RANCANGAN AWAL SKPD

Pada rancangan awal RKPD Tahun 2015 belanja tidak langsung dan belanja langsung mengalami perubahan. Setelah perubahan berdasarkan analisis kebutuhan pagu anggaran Tahun 2016 seperti tertera pada tabel berikut :

 

 

 

 

No Jenis Belanja Pagu semula Anggaran

Tahun 2017

Pagu setelah Analisis Kebutuhan

Anggaran Tahun 2017

Rancangan Awal RKPD

Tahun 2017

1 Belanja Tidak Langsung Rp. 2.500.000.000 Rp. 2.750.000.000 Rp. 2.500.000.000
2 Belanja Langsung Rp. 11.179.532.102 Rp. 12.397.485.151 Rp. 11.179.532.102
Jumlah Rp.13.679.532.102 Rp. 15.147.485.151 Rp.13.679.532.102

 

2.5. PENELAAHAN USULAN PROGRAM DAN KEGIATAN MASYARAKAT

Kebutuhan Program dan Kegiatan Tahun Rencana

  1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

1)   Penyediaan Jasa surat menyurat

2)   Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik

3)   Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor

4)   Penyediaan Jasa jaminan pemeliharaan kesehatan PNS

5)   Penyediaan Jasa jaminan barang milik daerah

6)   Penyediaan Jasa Pemeliharaan Kantor dan Perizinan Kendaraan Dinas/Opersaional

7)   Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan

8)   Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor

9)   Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja

10) Penyediaan Alat Tulis Kantor

11)  Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan

12) Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor

13) Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor

14) Penyediaan Peralatan rumah tangga

15) Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan

16) Penyediaan bahan logistik kantor

17) Penyediaan Makanan dan Minuman

18) Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi Ke Luar Daerah

19) Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi Kedalam Daerah

  1. Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Aparatur

1)   Pembangunan rumah jabatan

2)   Pembangunan rumah dinas

3)   Pembangunan gedung kantor

4)   Pengadaan mobil jabatan

5)   Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional

6)   Pengadaan perlengkapan rumah jabatan/dinas

7)   Pengadaan perlengkapan gedung kantor

8)   Pengadaan perlengkapan rumah jabatan/dinas

9)   Pengadaan peralatan gedung kantor

10) Pengadaan mebeuler

11)  Pemeliharaan rutin/berkala rumah jabatan

12) Pemeliharaan rutin/berkala rumah dinas

13) Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor

14) Pemeliharaan Rutin/Berkala mobil jabatan

15) Pemeliharaan Rutin/Berkala kendaraan dinas/operasional

16) Pemeliharaan Rutin/Berkala perlengkapan rumah jabatan/dinas

17) Pemeliharaan Rutin/Berkala perlengkapan Gedung Kantor

18) Pemeliharaan Rutin/Berkala peralatan rumah jabatan/dinas

19) Pemeliharaan Rutin/Berkala peralatan Gedung Kantor

20) Pemeliharaan Rutin/Berkala mebeleur

21) Rehabilitasi sedang/berat rumah jabatan

22) Rehabilitasi sedang/berat rumah dinas

23) Rehabilitasi sedang/berat rumah gedung kantor

24) Rehabilitasi sedang/berat mobil jabatan

25) Rehabilitasi sedang/berat kendaraan dinas/operasional

  1. Program Peningkatan Disiplin Aparatur

1)   Pengadaan mesin/kartu absensi

2)   Pengadaan Pakaian  Dinas Beserta Perlengkapannya

3)   Pengadaan Pakaian  kerja lapangan

4)   Pengadaan Pakaian  KORPRI

5)   Pengadaan Pakaian  khusus hari-hari tertentu

  1. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

1)   Pendidikan dan Pelatihan Formal

2)   Sosialisasi peraturan perundang-undangan

3)   Bimbingan teknis implementasi peraturan perundang-undangan

  1. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja Dan Keuangan

1)   Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Iktisar Realisasi Kinerja SKPD

2)   Penyusunan Laporan keuangan semesteran

3)   Penyusunan pelaporan prognosis realisasi anggaran

4)   Penyusunan pelaporan keuangan akhir tahun

  1. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan

1)   Penyusunan kebijakan manajemen pengelolaan sampah

2)   Penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan persampahan

3)   penyusunan kebijakan kerjasama pengelolaan persampahan

4)   Peningkatan operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan

5)   Pengembangan teknlogi pengolahan persampahan

6)   Bimbingan teknis persampahan

7)   Peningkatan kemampuan aparat pengelolaan persampahan

8)   Kerja sama pengelolaan persampahan

9)   Kerja sama pengelolaan sampah antar daerah

10) Sosialisasi kebijakan pengelolaan persampahan

11)  Peningkatan peran serta masyarakat pengelolaan persampahan

12) Monitoring, evaluasi dan pelaporan

  1. Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup

1)   Koordinasi Penilaian Kota Sehat/Adipura

2)   Koordinasi Penilaian langit biru

3)   Pemantauan kualitas lingkungan

4)   Pengawasan Pelaksanaan Kebijakan Lingkungan Hidup

5)   Koordinasi penertiban kegiatan pertambangan tanpa izin (PETI)

6)   Pengelolaan B3 dan Limbah B3

7)   Pengkajian Dampak Lingkungan

8)   Peningkatan pengelolaan lingkungan pertambangan

9)   Peningkatan peringkat kinerja perusahaan (proper)

10) Koordinasi pengeloaan prokasih/superkasih

11)  Pengembangan produksi ramah lingkungan

12) Penyusunan kebijakan pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup

13) Koordinasi Penyusunan AMDAL

14) Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Pengendalian Lingkungan Hidup

15) Pengkajian pengembangan sistem insentif dan disinsentif

16) Monitoring, evaluasi dan pelaporan

17) Sekolah Peduli dan berbudaya Lingkungan (Adiwiyata)

18) Percepatan Sanitasi Permukiman

19) Peningkatan Kapasitas Laboratorium Lingkungan

  1. Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam

1)   Konservasi sumber daya air dan kerusakan sumber-sumber air

2)   Pantai dan laut lestari

3)   Pengembangan dan pemantapan kawasan konservasi laut, suaka perikanan, dan keanekaragaman hayati laut

4)   Pengembangan ekowisata dan jasa lingkungan

5)   Pengendalian dampak perubahan iklim

6)   Pengendalian kerusakan hutan dan lahan

7)   Peningkatan konservasi daerah tangkapan air dan sumber-sumber air

8)   Pengendalian dan pengawasan pemanfaatan SDA

9)   Koordinasi pengelolaan konservasi SDA

10) Pengelolaan keanekaragaman hayati dan ekosistem

11)  Pengembangan dan pengelolaan kawasan world heritage laut

12) Pengembangan kerja sama pengelolaan kawasan konservasi laut regional

13) Koordinasi pengendalian kebakaran hutan

14) Peningkatan peran serta masyarakat dalam perlindungan dan konservasi SDA

15) Koordinasi peningkatan pengelolaan kawasan konservasi

16) Monitoring, evaluasi dan pelaporan

17) Penetapan Status Kerusakan Lahan Untuk Produksi Biomassa

  1. Program Rehabilitasi dan Pemulihan Cadangan Sumber Daya Alam

1)   Pengelolaan dan rehabilitasi terumbu karang, mangrove, padang lamun, estuaria danteluk

2)   Perencanaan dan penyusunan program pmbangunan pengendalian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup

3)   Rehabilitasi hutan dan lahan

4)   Pengembangan kelembagaan rehabilitasi hutan dan lahan

5)   Penyusunan pedoman standar dan prosedur rehabilitasi terumbu karang, mangrove, dan padang lumun

6)   Sosialisasi pedoman standar dan prosedur rehabilitasi terumbu karang, mangrove, dan padang lumun

7)   Peningkatan peran serta masyarakat dalam rehabilitasi dan pemulihan cadangan SDA

8)   Monitoring, evaluasi dan pelaporan

  1. Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup

1)   Peningkatan edukasi dan komunikasi masyarakat di bidang lingkungan

2)   Pengembangan data dan informasi lingkungan

3)   Penyusunan data sumber daya alam dan neraca sumber daya hutan (NSDH) nasional dan daerah

4)   Penguatan jejaring informasi lingkungan pusat dan daerah

5)   Koordinasi Kesekretariatan Amdal

6)   Sosialisasi Program Corporate Social Responsibility

7)   Pelayanan Pengaduan Masyarakat dan Penyebaran Informasi Lingkungan

8)   Standar Pelayanan Minimal

  1. Program Peningkatan Pengendalian Polusi

1)   Pengujian emisi kendaraan bermotor

2)   Pengujian emisi udara akibat aktivitas industri

3)   Pengujian kadar polusi limbah padat dan limbah cair

4)   Pembangunan tempat pembuangan benda padat/cair yang menimbulkan polusi

5)   Penyuluhan dan pengendalian polusi dan pencemaran

6)   Monitoring, evaluasi dan pelaporan

  1. Program Pengembangan Ekowisata Dan Jasa Lingkungan Di Kawasan-Kawasan Konservasi Laut Dan Hutan

1)   Pengembangan ekowisata dan jasa lingkungan di kawasan konservai

2)   Pengembangan konservasi laut dan hutan wisata

3)   Monitoring, evaluasi dan pelaporan

  1. Program Pengendalian Kebakaran Hutan

1)   Pengadaan alat pemadam kebakaran hutan

2)   Pemetaan kawasan rawan kebakaran hutan

3)   Koordinasi pengendalian kebakaran hutan

4)   Penyusunan norma, standar, prosedur, dan manual pengendalian kebakaran hutan

5)   Sosialisasi kebijakan pencegahan kebakaran hutan

6)   Monitoring, evaluasi dan pelaporan

  1. Program Pengelolaan Dan Rehabilitasi Ekosistem Pesisir Dan Laut

1)   Pengelolaan dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut

2)   Pengembangan sistem manajemen pengelolaan pesisir dan laut