BAB IV

BAB IV

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

 

 

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup selama kurun waktu tahun 2008-2013. Namun demikian, pengelolaan lingkungan hidup masih dihadapkan pada banyak permasalahan. Upaya untuk memperbaiki kerusakan lingkungan tidak sebanding dengan pemanfaatan sumber daya alam yang melampaui batas. Keadaan ini semakin diperparah dengan terjadinya fenomena perubahan iklim.

Permasalahan lingkungan hidup pada tahun 2014-2018, masih akan dihadapkan pada pencemaran air, udara, sampah, dan limbah B3, terutama yang bersumber dari kegiatan industri dan jasa, rumah tangga (limbah domestik) dan sektor transportasi. Adapun permasalahan kerusakan lingkungan, terutama berkaitan kerusakan lingkungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) yang saat ini umumnya sudah tercemar ringan, sedang hingga tercemar berat. Selain itu, kerusakan lingkungan akibat kebakaran hutan dan lahan, terutama terkait dengan pencemaran asap lintas batas negara.

Pada akhirnya, kerusakan lingkungan yang terus meningkat akan memiliki dampak negatif pada aspek ekonomi dan sosial. Berbagai perkiraan kerugian yang disebabkan oleh dampak kerusakan lingkungan, menunjukkan angka yang sangat signifikan, kajian ADB tahun 2009 tentang dampak perubahan iklim, misalnya memperkirakan bahwa tanpa upaya yang sungguh-sungguh untuk mengatasi dampak emisi karbon, maka kerugian yang akan ditanggung negara-negara Asia Tenggara akan berada sekitar 6,7 persen dari PDB per tahun sejak tahun 2002

Penyelenggaraan pembangunan bidang lingkungan hidup selama ini disadari telah mampu menjadikan lingkungan hidup yang lebihbaik bagi masyarakat, meskipun belum seluruhnya memuaskan. Oleh karena itu untuk mencapai masyarakat dengan lingkungan hidup yang baik perlu diselenggarakan pembangunan yang berkelanjutan melalui pelaksanaan program secara menyeluruh, terarah dan terpadu dengan berdasar pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Lingkungan Hidup dan Target Millenium Development Goals ( MDG’s ).

Kebijakan dan strategi yang ditetapkan diharapkan agar perencanaanpembangunan dan pelaksanaannya mampu mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan yang baik dan sehat bagi masyarakat, upaya-upaya di bidang lingkungan sendiri harusmengutamakan upaya promosi dan preventif yang proaktif tanpa mengabaikan upayakuratif dan rehabilitatif. Untuk menghadapi hal ini DinasLingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin sebagai pelaku pembangunan di bidang lingkungan harus mempunyai perencanaanstrategik sebagai dasar tindakan dan kegiatan.

Sejalan dengan itu, berubahnya penyelenggaraan negara dengan sistem otonomi daerah juga memberi perubahan alur perencanaan dari top down menjadi bottom up dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah serta UU No. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dimana program pembangunan nasional mengharuskan setiap lembaga pemerintah untuk menyusun Rencana Strategi sebagai dasar pembangunan lima tahun kedepan.

Rencana strategi ini dirumuskan dengan fleksibel dengan maksud dapat beradaptasi untuk menghadapi perubahan-perubahan lima tahun kedepan dan disusun dengan mempertimbangkan semua aspek yang terkait.

 

4.1. Visi dan Misi Dinas Lingkungan Hidup

Memperhatikan potensi dan permasalahan pengelolaan lingkungan hidup 5 (lima) tahun ke depan, Visi DinasLingkungan Hidup 2014-2018 adalah :“Terwujudnya Pelestarian Fungsi Lingkungan Hidup dalam Mendukung Banyuasin Sebagai Kawasan Terdepan Berdaya Saing dan Mandiri“

Agar visi tersebut dapat diwujudkan dan dapat mendorong efektivitas dan efisiensi pemanfaatan potensi yang dimiliki, maka ditetapkan 4 (empat) misi, yaitu ;

  1. Meningkatkan upaya pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan;;
  2. Terwujudnya Pengendalian kerusakan lingkungan dalam Pengelolaan dan Pemanfatan sumber daya alam;
  3. Mengoptimalkan penegakan hukum lingkungan;
  4. Mewujudkan managemen pengelolaan persampahan yang efektif dan efesien serta berwawasan lingkungan dengan melaksanakan perencanaan, penyapuan, pengumpulan, pengangkutan dan pemprosesan akhir

 

4.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah

  1. Tujuan :
  2. Berkurangnya tingkat pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan. Indikator tercapainya tujuan ini ditandai dengan menurunnya tingkat pencemaran di Kabupaten Banyuasin;
  3. Meningkatkan pengawasan dalam pemanfaatan sumber daya alam. Indikator tercapainya tujuan ini ditandai dengan Meningkatnya kepemilikan izin lingkungan dan izin perlindungan pengelolaan lingkungan hidup bagi pelaku usaha dan/atau kegiatan
  4. Menerapkan peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidupIndikator tercapainya tujuan ini ditandai dengan Meningkatnya ketaatan bagi pelaku usaha dan/atau kegiatan pada peraturan perundang-undangan lingkungan hidup
  5. Meningkatkankualitaslingkunganhidupsertamenjadikansampahsebagaisumberdaya
  6. Sasaran Strategis

Sasaran strategis pembangunan bidang lingkungan hidup berdasarkan tujuan yang akan dicapai adalah :

  1. Meningkatnya kualitas lingkungan serta penurunan tingkat pencemaran. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah Jumlah usaha dan/atau kegiatan yang mentaati persyaratan administrasi dan teknis pencegahan pencemaran air, Jumlah usaha dan/atau kegiatan sumber tidak bergerak yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan teknis pencegahan pencemaran udara, Prosentase Pelayanan Pengujian Laboratorium serta Cakupan pengawasan terhadap kegiatan AMDAL dan UKL-UPL
  2. Meningkatnya pengendalian kerusakan lingkungan dalam pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan hidup Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah Prosentase luasan lahan yang telah ditetapkan dan diinformasikan status kerusakan lahan dan/tanah untuk produksi biomassa yang diinformasikan dan Jumlah Kepemilikan Dokumen Lingkungan, Izin Lingkungan dan Izin Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup bagi Usaha dan/atau Kegiatan
  3. Meningkatnya ketaatan pelaku usaha dan/atau kegiatan pada peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan lingkungan hidup Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah Jumlah Pengaduan Masyarakat akibat adanya dugaan pencemarandan/atau perusakan lingkungan hidup yang ditindaklanjuti dan Prosentase penegakan hukum lingkungan
  4. Meningkatkan kualitas lingkungan hidup serta menjadikan sampah sebagai sumber Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategi sini adalah persentase penanganan sampah dan rasio tempat pembuangan sampah (TPS) per satuan penduduk.

Setelah melalui beberapa konsultasi dengan Tim Lakip Kabupaten Banyuasin demi penyempurnaan Lakip Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin, maka dilakukan perubahan/review terhadap tujuan dengan menambahkan indikator tujuan, kemudian sasaran strategis dan indikator kinerja utama. Perubahan yang dilakukan adalah upaya untuk meningkatkan akuntabilitas dengan memperhatikan capaian kinerja sehingga dapat terukur dengan jelas. Adapun review terhadap tujuan, sasaran strategis dan Indikator Kinerja Utama (IKU) diuraikan pada tabel berikut :

 

 

 

 

 

 

 

 

SEBELUM REVIEW

 

Tujuan Indikator Tujuan Target Ind Tujuan Sasaran Strategis Indikator Sasaran Target Kinerja Sasaran Pada Tahun (%) Kondisi Akhir
2014 2015 2016 2017 2018 2018
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
Berkurangnya tingkat pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan.     Meningkatnya kualitas lingkungan serta penurunan tingkat pencemaran Jumlah usaha dan/atau kegiatan yang mentaati persyaratan administrasi dan teknis pencegahan pencemaran air 20 40 60 80 100 100
Jumlah usaha dan/atau kegiatan sumber tidak bergerak yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan teknis pencegahan pencemaran udara 20 40 60 80 100 100
        Prosentase Pelayanan Pengujian Laboratorium 50 60 80 90 100 100
Cakupan pengawasan terhadap kegiatan AMDAL dan UKL-UPL

 

15 20 2 30 35 35
Meningkatkan pengawasan dalam pemanfatan sumber daya alam     Meningkatnya pengendalian kerusakan lingkungan dalam pemanfaatan Prosentase luasan lahan yang telah ditetapkan dan diinformasikan status 20 40 60 80 100 100
 

SEBELUM REVIEW

 

Tujuan Indikator Tujuan Target Ind Tujuan Sasaran Strategis Indikator Sasaran Target Kinerja Sasaran Pada Tahun (%) Kondisi Akhir
2014 2015 2016 2017 2018 2018
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
      sumber daya alam dan lingkungan kerusakan lahan dan/tanah untuk produksi biomassa yang diinformasikan            
        Jumlah Kepemilikan Dokumen Lingkungan, Izin Lingkungan dan Izin Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup bagi Usaha dan/atau Kegiatan 20 40 60 80 100 100
Menerapkan peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup     Meningkatnya ketaatan pelaku usaha dan/atau kegiatan pada peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan lingkungan hidup Jumlah Pengaduan Masyarakat akibat adanya dugaan pencemarandan/atau perusakan lingkungan hidup yang ditindaklanjuti 50 60 70 80 90 90
Prosentase penegakan hukum lingkungan

 

10 15 20 25 30 30

 

 

 

SETELAH REVIEW

 

Tujuan Indikator Tujuan Target Ind Tujuan Sasaran Strategis Indikator Sasaran Target Kinerja Sasaran Pada Tahun (%) Kondisi Akhir
2014 2015 2016 2017 2018 2018
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
Berkurangnya tingkat pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan. Menurunnya tingkat pencemaran di Kabupaten Banyuasin 100 Meningkatnya kualitas air serta penurunan tingkat pencemaran Jumlah usaha dan/atau kegiatan yang mentaati persyaratan administrasi dan teknis pencegahan pencemaran air 20 40 60 80 100 100
Meningkatnya kualitas udara serta penurunan tingkat pencemaran Jumlah usaha dan/atau kegiatan sumber tidak bergerak yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan teknis pencegahan pencemaran udara 20 40 60 80 100 100
      MeningkatnyakemampuanlaboratoriumlingkunganDinasLingkunganHidupKab. Banyuasindalampengujian parameter kualitaslingkungan Prosentase Pelayanan Pengujian Laboratorium 50 60 80 90 100 100
Meningkatnyausahadanataukegiatan yang menaatipersyaratanadministratifdanteknis AMDAL dan UKL-UPL Cakupan pengawasan terhadap kegiatan AMDAL dan UKL-UPL

 

15 20 25 30 35 35
Meningkatkan pengawasan dalam pemanfatan sumber daya alam Meningkatnya kepemilikan izin lingkungan dan izin perlindungan pengelolaan lingkungan hidup bagi pelaku usaha dan/atau kegiatan 100 Meningkatnyaluasanlahan yang telahditetapkandandiinformasikan status kerusakanlahandanatautanahuntukproduksi bio massa Prosentase luasan lahan yang telah ditetapkan status kerusakanlahandanatautanahuntukproduksi bio massa yang diinformasikan 20 40 60 80 100 100
 

SETELAH REVIEW

 

 
Tujuan Indikator Tujuan Target Ind Tujuan Sasaran Strategis Indikator Sasaran Target Kinerja Sasaran Pada Tahun (%) Kondisi Akhir  
2014 2015 2016 2017 2018 2018  
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)  
      Meningkatnyakepemilikanizinlingkungandanizinperlindunganpengelolaanlingkunganhidupbagiusahadanataukegiatan Jumlah Kepemilikan Dokumen Lingkungan, Izin Lingkungan dan Izin Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup bagi Usaha dan/atau Kegiatan 20 40 60 80 100 100  
Menerapkan peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup Meningkatnya ketaatan bagi pelaku usaha dan/atau kegiatan pada peraturan perundang-undangan lingkungan hidup 30 Meningkatnyapelayananpengaduanmasyarakat Jumlah Pengaduan Masyarakat akibat adanya dugaan pencemarandanatau perusakan lingkungan hidup yang ditindaklanjuti 50 60 70 80 90 90  
Meningkatnya ketaatan pelaku usaha dan/atau kegiatan pada peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan lingkungan hidup Prosentase penegakan hukum lingkungan 10 15 20 25 30 30  
Terwujudnyasaranadanprasaranainfrastruktur yang memadaibagikelancarandistribusibarang, jasadaninformasidalamwilayahKabupatenBanyuasin Tersediannyainfrastrukturwilayah yang mampumendukungaktifitasekonomi, sosialdanbudaya 35 Meningkatkankinerjapelayanankebersihandanpersampahan Persentasepenanganansampah 18,27 19,71 25 28 35 35  
    0,25 Rasiotempatpembuangansampah (TPS) per satuanpenduduk 0,21 0,22 0,23 0,24 0,25 0,25  

4.3 Strategi dan Kebijakan DinasLingkungan Hidup

Strategi dan kebijakan yang disusun merupakan strategi dan kebijakan DinasLingkungan Hidup untuk mencapai tujuan dansasaran jangka menengah yang selaras dengan strategi dan kebijakan daerah serta rencana programprioritas dalam rancangan awal RPJMD. Strategi dan kebijakan jangka menengah DinasLingkungan Hidup menunjukanbagaimana cara mencapai tujuan, sasaran jangka menengah dan target kinerja hasil (outcome)program prioritas RPJMD yang menjadi tugas dan fungsi DinasLingkungan Hidup. Strategi dan kebijakan dalam Renstra selanjutnya menjadi dasar perumusan kegiatan bagi setiap program prioritas RPJMD yang menjadi tugasdan fungsi DinasLingkungan Hidup.Strategi dan arah kebijakan merupakan rumusan perencanaan komprehensif tentang bagaimana mencapai tujuan dan sasaran dengan efektif dan effisien. Dengan pendekatan yang komprehensif, strategi jugadapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan transformasi, dan perbaikan kinerja birokrasi. Strategi dan kebijakan Dinas Lingkungan Hidup seperti dibawah ini :

  1. Strategi
  2. Melaksanakan pembahasan dokumen lingkungan dalam upaya pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan
  3. Melaksanakan pemantauan dan pengujian kualitas lingkungan meliputi kualitas air, udara,tanah, dan limbah B3
  4. Melakukan optimalisasi upaya konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup
  5. Meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan usaha yang sudah melalui tahap pembinaan
  6. Melaksanakanpengadaan, pemeliharaansaranadansaranapelayananpersampahan

 

  1. Kebijakan
  2. Meningkatkan upaya kerjasama yang efektif dan efisien dengan para pemangku kepentingan
  3. Melaksanakan pemutakhiran data dan informasi sumber daya alam dan lingkungan hidup
  4. Mengurangi laju pencemaran dan kerusakan lingkungan secara optimal dan terpadu
  5. Meningkatkankualitaskinerjapelayanankebersihandanpersampahan