Bupati Banyuasin Lantik Pengurus Satuan Karya Kalpataru Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin masa bakti Tahun 2021-2026 sekaligus launching Gerakan Peduli Sampah (GPS) Kabupaten Banyuasin

Bupati Banyuasin melantik Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin
Bupati Banyuasin Lantik Pengurus Satuan Karya Kalpataru Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin masa bakti Tahun 2021-2026

Pangkalan Balai – Kegiatan Pelantikan Pengurus Satuan Karya Kalpataru Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin masa bakti Tahun 2021-2026 sekaligus launching Gerakan Peduli Sampah (GPS) Kabupaten Banyuasin diselenggarakan di Auditorium Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Selasa (16/03/2021) dan dihadiri oleh Ketua Kwarcab Banyuasin, Pengurus Kwartir Daerah Sumatera Selatan, Pengurus Kwartir Cabang Banyuasin, Pengurus Majelis Pembimbing dan Pimpinan Satuan Karya Kalpataru Dinas Lingkungan Hidup serta Tamu Undangan.

Pengurus baru ini langsung dilantik oleh Bupati Banyuasin, H. Askolani, SH., MH. Pembentukan Saka Kalpataru ini selain menjadikan Adik-Adik selaku Duta Gerakan Peduli Sampah sekaligus bertujuan untuk memberikan wadah pendidikan dan pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menyalurkan minat, mengembangkan bakat, kemampuan, pengalaman dalam bidang Pengetahuan dan teknologi serta keterampilan.

Khususnya yang berkaitan dengan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta menjadi bekal penghidupan untuk mengabdi kepada masyarakat Banyuasin dalam rangka mewujudkan visi dan misi Banyuasin Bangkit, Adil dan Sejahtera.

Kepada Pengurus yang dikukuhkan, Askolani berpesan untuk menjalin kerjasama dan sinergi berkelanjutan antara Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Banyuasin dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin dalam mengkoordinir dan membina wadah Saka Kalpataru Kabupaten Banyuasin.

Sesuai Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia nomor Se.I/Menlhk/Pslb3/Plb.0/2/2021 tentang Hari Peduli Sampah Nasional 2021. Gerakan ini berupaya merubah atau meninggalkan pola lama yaitu Kumpul, Angkut dan Buang.
Dengan pola baru kita berupaya melakukan pengelolaan sampah lebih baik dan ramah lingkungan yaitu dengan mengedepankan Pola 3 R (Reuse, Reduce dan Recycle) atau yang lebih kita kenal menggunakan kembali, mengurangi dan mendaur ulang sampah.

Askolani menegaskan bahwa tidak hanya berhenti pada Saka Kalpataru saja untuk bergerak bersama merubah kebiasaan lama yang masih dengan budaya membuang sampah tidak pada tempatnya.

“Sebenarnya kebiasaan buang sampah tidak pada tempatnya ini merupakan hal yang sangat tidak baik. Selain merugikan ekosistem lingkungan tapi juga dapat menyebabkan penyakit. Inilah yang jadi pemikiran Saya dan Pakde Slamet, merubah mindset, kebiasaan yang lebih baik lagi menuju Banyuasin Bangkit, Adil dan Sejahtera,” tegasnya.

“Mari senantiasa bergerak untuk berubah menjadi lebih baik dalam semua bidang demi kelangsungan hidup yang lebih baik kedepan. Pesan saya, ini jangan hanya sebatas ceremoni saja tapi kerja nyata yang berkelanjutan yang sangat diharapkan. Kerja nyata yang dapat dilihat dan dirasakan oleh masyarakat Banyuasin,” tutupnya.